Senin, 07 Desember 2015

Sejarah Desa Tapus

Sejak penjajahan Belanda, Desa Tapus ini belum terwujud sebagai sebuah desa. Salah satu penyebabnya adalah karena jumlah penduduk yang sedikit. Karena pada jaman dahulu, orang-orang yang bermukim di desa ini hanya beberapa orang.
Desa ini mempunyai dua buah sungai yang membentang dan membujur desa ,yaitu Sungai Kiai  yang terletak melintasi desa  Tapus dan  Desa  Banyu Tajun Hulu. Sungai ini mengalir sampai ke Desa Tapus Dalam hingga menuju Sungai Awang Landas dan berakhir di Negara Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Sungai yang kedua adalah sungai Amar yang  mengalir membujur Desa hingga batas Desa Pinang Habang. Sungai  ini disebut Sungai Amar karena  orang yang pertama menggali Sungai tersebut bernama Amar sehingga sungai tersebut masih dikuasai oleh anak cucu beliau sampai sekarang .Oleh masyarakat sekarang sungai ini setiap tahun dilakukan pencarian ikan secara massal pada musim kemarau dengan hasil tangkapan yang cukup memuaskan.
Pada waktu dulu desa Tapus sangat sunyi hanya hutan belantara yang ditumbuhi oleh kayu bangkal ,kayu berduri ,Galam dan tumbuhan liar lainnya.Kemudian beberapa kepala keluarga yang datang dari desa Panyiuran dan Alabio yang mencoba  membuka lahan pertanian baru untuk melakukan bercocok tanam padi .
Pada mulanya  pada waktu siang saja mereka bertani tapi karena hasil tanaman  seperti ubi, labu,jagung dan padi  hampir di panen dan mereka takut kalau dimakan binatang seperti babi yang memakan tanaman pada malam hari lalu mereka mendirikan  pondok di setiap lahan.
Oleh karena terbiasa dengan tidur seadanya diatas pondok yang kecil lama kelamaan mereka mulai betah menetapi pondok tersebut hingga menjadi tempat tinggal walaupun pada siang hari pun nyamuk banyak berkeliaran. 
Orang –orang  yang menetap di Pondok menjadi cemoohan oleh warga desa asal mereka dengan mengeluarkan kata-kata “Apus tu “ banyamuk.Dengan kata “Apus tu” lah timbul pemikiran warga yang tinggal memberi nama lingkungan mereka dengan nama “Tapus”

1 komentar: